Sejarah dan Tata Cara Menjadi Pelanggan PDAM

Bagikan Yuk!

Berbicara mengenai tagihan air dari masyarakat Indonesia yang saat ini hampir seluruhnya menggunakan PDAM, berikut sejarah singkat tentang Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM adalah salah satu dari unit usaha kepemilikan daerah, dimana perusahaan ini bergerak dalam bidang distribusi air bersih untuk masyarakat umum. Kantor PDAM berada di setiap provinsi, di setiap kabupaten, dan juga kotamadya di seluruh wilayah Indonesia. PDAM ini merupakan sebuah perusahaan daerah untuk sarana penyedia air yang bersih dan diawasi serta dimonitor oleh aparat-aparat yang eksekutif ataupun legislatif daerah.

Perusahaan air minum ini yang dikelola oleh negara dan secara modern memang sudah ada dari zaman penjajahan Belanda di tahun 1920an yaitu dengan nama Waterleiding, dan pada pendudukan Jepang terdapat perusahaan air minum yang dinamai Suido Syo. Mulai tahun 2002 Terbitlah Keputusan Menteri Kesehatan yaitu No. 907 pada Tahun 2002 mengenai Syarat-syarat dan juga Pengawasan Kualitas Air Minum. Dimana keputusan ini yang akan menjadikannya sebuah pedoman di dalam memonitoring kualitas dari air minum itu sendiri yang diproduksi dari PDAM.

Untuk dapat meningkatkan kinerja PDAM dan pembangunan dari sistem penyediaan air minum, maka dilakukan upaya dalam perumusan kebijakan dengan melalui KKPPI atau Komite Kebijakan Percepatan Pembangunan Infrastruktur. Dimana untuk merumuskan kebijakan serta strategi percepatan dan penyehatan PDAM dengan peningkatan kerjasama dan kemitraan dengan beberapa pihak dari swasta ataupun investor.

Peraturan Air Minum Di Indonesia

Dimulai pada tahun 2004, merupakan tonggak dari terbitnya peraturan dan juga perundangan untuk memayungi air minum yakni dengan dimulainya terbit peraturan UU no 7 Tahun 2004 mengenai SDA (sumber daya air). Kemudian 60 tahun setelah Indonesia merdeka, tahun 2014 ini Indonesia memiliki peraturan yang tertinggi pada sektor air minum yaitu dengan terbitnya Peraturan Pemerintah yaitu No 16 Tahun 2005 mengenai Pengembangan SPAM atau sistem penyediaan air minum.

Maka Dengan dimulainya lagi pembinaan dari Air Minum yang semula yaitu berbasis “wilayah” maka kini berubah menjadi sebuah basis “sektor” dan lahirlah kembali yaitu Direktorat Jenderal Cipta Karya serta Direktorat Pengembangan Air Minum. Setelah itu keluarlah kebijakan tentang “Penyehatan PDAM” yaitu dimulai dengan adanya Bantek Penyehatan PDAM.

Pada Tahun 2009 dengan adanya gagasan yakni 10 juta SR atau Sambungan Rumah yaitu dimana dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, dan Dep PU sudah menghitung dana yang akan dibutuhkan yaitu sekitar Rp 78,4 trilyun. Dimana terdiri dari kebutuhan untuk pembangunan unit dari air baku 85.000 l/detik yaitu sebesar Rp 7,4 trilyun, kemudian peningkatan unit produksinya sebesar 65.000 l/detik yakni Rp. 17 trilyun, selain itu peningkatan unit distribusi serta sambungan rumah yaitu sebesar Rp. 54 trilyun.

Lalu Pembangunan IKK ini telah dimulai lagi pada tahun 2007 dan juga dilanjutkan untuk membangun 150an IKK (bp). Untuk Masyarakat yang akan mulai berlangganan Air Minum dari PDAM ini maka diharapkan untuk mendaftar ke kantor-kantor Cabang serta kantor Pelayanan PDAM yang terdekat. Calon pelanggan harus memenuhi tata cara dalam tahapan untuk bisa menjadi pelanggan tetap PDAM.

Tata Cara Menjadi Pelanggan PDAM

Aturan atau cara yang wajib dilakukan Untuk dapat Menjadi Pelanggan yaitu sebagai berikut.

  1. Badan atau setiap orang yang akan mulai menjadi pelanggan dari air minum harus melakukan beberapa tahapan yakni Mengisi Formulir pendaftaran;
  2. Calon pelanggan wajib memberikan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya sebagai identitas yang tentunya masih berlaku untuk pemohon perorangan dan foto copy dari akta pendirian untuk Badan;
  3. Kemudian Membayar biaya terlebih dahulu untuk menjadi pelanggan, yakni sebagai berikut :
  4. Biaya pendaftaran yaitu sebesar Rp.50.000,00 dan sudah termasuk materai.
  5. Akan tetapi Biaya pendaftaran tersebut tidak dapat lagi diminta jika calon pelanggan tersebut membatalkan permintaannya dimana setelah pemberitahuan.
  6. Biaya penyambungan yaitu besarnya ditetapkan dari Keputusan Direksi, yang terdiri atas Biaya peralatan, biaya pemeliharaan jaringan, Biaya administrasi, Biaya tanggungan air, Biaya perencanaan, dan juga Biaya Sambungan yang terdiri dari yaitu Pekerjaan tanah dan juga perbaikan seperti tembok atau plesteran atau paving atau aspal dan lain-lain. Kemudian Upah pemasangannya, dan Biaya transportnya.

4 . Pemasangan sambungan tersebut baru dapat dilaksanakan yaitu setelah calon pelanggan tersebut membayar biaya untuk penyambungan;

  1. Waktu untuk penyelesaian pemasangan sambungan tersebut yang baru yaitu paling lambat sekitar 6 hari kerja dimana setelah calon pelanggan PDAM tersebut melunasi biaya untuk penyambungan, terkecuali lokasi itu belum tersedia untuk jaringan pipa distribusinya.
  2. Dengan mempertimbangkan wilayah dari pemohon, dan debit air yang sudah tersedia, ataupun dengan alasan-alasan yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Maka PDAM berhak menolak dari permohonan pelanggan;
Close Menu
error: Content is protected !!